NONSTOP MUSIC

 00:00:00  -  05:00:00 WIB

 NONSTOP MUSIC

 Jumat, 16 November 2018

NONSTOP MUSIC TEST - 96.6 FM SUARA PAMEKASAN - 100% Music Asyik

Zainal A. UTM 2018 - Madura mempuyai beragam tradisi turun-temurun salah satunya adalah Tradisi Okol atau Keket. Tradisi Okol ini biasanya dilaksanakan saat musim kemarau berkepanjangan untuk meminta hujan sekaligus sebagai hiburan bagi para petani. Tradisi ini menjadi salah satu rangkaian dari usaha meminta hujan lainnya seperti sholat meminta Hujan (Sholat Istisqa) dan dzikir yang biasanya digelar sekitar jam 15.00 saat matahari masih terasa menyengat.

Menurut sejarah, jaman dahulu kala terjadi kekurangan air akibat musim kemarau yang panjang, kemudian banyak warga yang mendatangi sumber air. Setibanya di lokasi, warga saling berebut satu sama lain untuk mendapatkan akses air tersebut. Perebutan ini semakin lama menjadi perseteruan sengit yang berujung aksi saling dorong. Perseteruan ini tidak berkepanjangan yang berujung kepada balas dendam, melainkan hanya terbatas kepada “siapa yang berhak terlebih dulu mendapatkan air”. Sejak itulah okol menjadi tradisi warga Madura jika musim kemarau tiba.

Sekilas, tradisi okol ini seperti orang yang hendak bergulat. Dua orang pria dewasa berada dalam sebuah lingkaran berdiamater 3 meter, mereka saling berhadapan dalam posisi siaga. dalam tradisi ini, peserta yang bisa menjatuhkan lawan hingga posisi dibawah akan menjadi pemenangnya. Butuh waktu 5 sampai 10 menit untuk mengalahkan lawan tandingnya. Dalam pertandingan Okol, tidak mudah untuk menjatuhkan lawan. Sebab, disamping harus bertubuh kekar, mereka juga harus memiliki kuda-kuda yang kuat "Meskipun bisa menjatuhkan musuh, tetapi posisinya berada dibawah lawan, maka dia tetap dinyatakan kalah.

Dalam perkembangannya, tradisi okol hanya boleh diikuti oleh pria dan tidak ada syarat mutlak bahwa seorang pria yang memiliki body kekar yang boleh ikut dalam tradisi ini. Tidak ada batasan usia dalam tradisi. peserta bebas memilih postur badan lawannya karena secara umum pemenang bukan ditentukan dari body dan fisik besar.

Saat ini sudah ada pergeseran Tradisi Okol, Jika biasanya hanya dimainkan saat musim panas untuk mengundang hujan, namun saat musim penghujan tradiisi ini juga dimainkan. Masyarakat menganggap tradisi ini bukan hanya sekedar untuk meminta hujan, melainkan sudah menjadi hiburan. Karena sifatnya hiburan, maka tidak dibuat kompetisi kalah dan menang melainkan siapa yang bisa menjatuhkan musuh dan dapat mengunci diposisi bawah maka dia yang menjadi pemenangnya.

Tidak semua desa di Pamekasan menjalankan Tradisi Okol. Sukarman, pemain Okol yang sering bermain dari desa ke desa yang lain menuturkan, ada enam desa yang masih mempertahankan tradisi ini, salah satu desa yang hingga kini masih mempertahankan adalah Desa Nylabu Laok.

Tradisi seperti itu harus terus dijaga dan dilestarikan jangan sampai punah karena hal ini merupakan sebuah produk kearifan budaya Madura yang memiliki nilai filosofi tinggi.
Tradisi adalah salah satu aset budaya yang memiliki nilai tinggi yang bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di madura.


Aplikasi Mobile

We have 120 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

  • Regginang merupakan makanan khas Madura yang juga bisa disebut sebagai kerupuk. Lebih spesifiknya lagi, Regginang adalah kerupuk yang...

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Lomba tartil merupakan lomba membaca al-qur’an  secara tadarrus dengan menggunakan qira’at Imam...

Permainan

  • Lilik Riana UIM 2017 - Salah satu jenis permainan yang menyerupai sebuah patung dimana permainan ini sangat bermamafaat bagi kita untuk...