100% Pop Indonesia

 15:00:00  -  17:00:00 WIB

 100% Pop Indonesia

 Selasa, 17 September 2019

yuuuk pantau terus 966 Radio Suara Pamekasan dan bisa dinikmati via streaming yang dapat di download di applikasi store

Saronen Punya Madura

Widad SMK Nata 2016 - Pulau Madura yang berada di Indonesia , meskipun pulaunya kecil tapi ia memiliki ragam budaya diantara budaya yang terjaga dan tetap eksis dikalangan penggemarnya adalah musik saronen. Saronen adalah alat musik tradisional yang digunakan sejak zaman dahulu, namun sekarang masih ada tapi sudah jarang orang yang memainkannya karena alat musik ini biasanya digunakan ketika ada acara atau hajatan.

Kata saronen berasal dari bahasa Madura “Sennenan” dalam kaidah bahasa indonesia yaitu hari senin, adapun diafragma suara yang cukup dinamis mulai dari slow, medium hingga high. Karena asalnya dari Pulau Madura, maka suara yang dihasilkan sesuai dengan karakter masyakat madura yang keras dan tegas, namun disamping itu masyarakat madura sangat menghargai karya dan tradisi madura itu sendiri.

Musik seronen biasa digunakan untuk mengiringi acara daerah seperti saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan, musik saronen biasanya dihadirkan untuk mengisi acara. Selain itu musik saronenan juga sebagai pengiring saat event pementasan Sapi Sonok, Kerapan Sapi, Petik Laut dan upara ritual yang lainnya. Dalam memainkan musik saronenan terdiri dari 9 alat tradisional, 1 saronen, 1 gong besar, 1 kempul , 1 kenong besar, 1 kenong tengahan, 1 kenong kecil, 1 korca , 1 gendang besar dan, 1 gendang kecil. Adapun irama yang dimainkan dalam musik saronenan ini adalah irama lorongan jhalan dan irama lorongan toju’

Penyebaran agama islam di sumenep juga dipadukan musik saronen sebagai media untuk menyapaikan pesan agama islam kepada masyarakat. Menurut sejarawan, dulu ada seorang Kyai Khatib Sendang ( cicit Sunan Kudus ) bertempat tinggal di Desa Sendang Kecamatan Pragaan menggunakan musik ini sebagai media dakwah dalam mensyiarkan Agama Islam. Pada suatu pasar di Madura pasti ada hari yang paling rame, orang madura biasa menyebutnya sebagai hari “Pasaran”. Nah saat hari pasaran kyai khatib menghibur pengunjung pasar dengan alat musik saronen, setelah para pengunjung rame menghampiri, barulah sang kyai menyampaikan tausiah dan menggiring masyarakat waktu itu untuk memeluk agama islam.

Saronen adalah salah satu alat musik tradisional dan sekaligus nama kesenian yang berasal dari Madura yang diambil dari kata Sennenan. alat musik ini terbuat dari kayu, terdapat 6 lubang berderet di depan dan satu lobang di belakang, sebuah gelang kecil dari kuningan mengaitkan bagian atas dan bawah. alat musik ini berbentuk kerucut yang mirip dengan terompet, sehingga bunyi yang dihasilkan dari alat music ini sangat keras dan nyaring. pic-Bli Wahyu Blogsite


Aplikasi Mobile

We have 184 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

  • Kebersamaan bersama keluarga dan kerabat menjadi ikon yang sangat identik dengan hari raya idul fitri. Tidak hanya itu, makanan dan...

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Dalam menyambut bulan suci ramadhan radio Suara Pamekasan memiliki program tahunan, salah satunya...

Permainan