DENSUS 96 ( Dendang Nostalgia Suara Pamekasan)

 21:00:00  -  23:59:59 WIB

 DENSUS 96 ( Dendang Nostalgia Suara Pamekasan)

 Jumat, 15 November 2019

Berbagi salam di malam hari dengan suasana hangat khas madura, request lagu dangdut nostalgia sekaligus berbagi cerita di balik lagu kenangan tiap akhir pekan.

Yuli SMK Matsaratul Huda 2019 - Banyak sekali permainan tradisional khas Madura yang tersingkirkan diera globalisasi ini karena perkembangan teknologi yang semakin canggih dan modern. salah satunya adalah permainan Tembhung yang sangat jarang dimainkan. Jika dibandingkan dengan permainan modern saat ini, permainan tradisional pada zaman dahulu lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan permainan terpopuler dan terfavorit bagi masyarakat saat ini yang hanya menghabiskan uang saja. Salah satu manfaat yang didapatkan dari permainan tradisional yaitu menambah ikatan pertemanan bagi mereka yang ikut memainkannya karena mayoritas dalam permainan tradisional melatih kekompakan dan keseriusan dalam bermain.

Untuk dapat bermain “Tembhung” bahan yang digunakan dalam permainan tidak terlalu sulit, hanya Janur yang dirajut, Peserta, Garis Start dan 2 Basecamp (Bengkoh Kenik dan Bengkoh Rajeh, dalam bahasa Madura) berupa batu, pohon atau lainnya yang dapat dijadikan sebagai patokan basecamp.

Adapun cara untuk merajut Janur agak sedikit sulit karena ada tatacaranya, jika janurnya ada empat helai maka kumpulkan semua dengan mengikat ujung Janur. setelah itu helai pertama di silangkan dengan helai kedua, helai keempat disilangkan dengan helai ketiga. selanjutnya, helai kedua disilangkan dengan helai ketiga sampai seterusnya sampai jadi sebuah Bola Tembhung (bola yang terbuat dari Janur). Untuk menambah keseruan dalam bermain, biasanya saat membuat bola Tembhung akan dipasang batu agar menambah bobot bola sehingga saat dipukul bola tembung akan melesat jauh.

“Tak Ada Rotan, Akarpun Jadi” Upss… jangan kecewa dulu bagi yang tidak bisa merajut bola Tembhung karena permainan ini tetap bisa dimainkan dengan memanfaatkan kertas bekas dan juga plastik. Cara buatnya juga mudah sekali hanya kumpulkan bekas plastik lalu bungkus jadi satu sampai berbentuk seperti bola. agar plastik dan kertas tidak mudah hancur saat dipukul kita bisa melilitkan tali agar semakin kuat. Jika sudah berbentuk bulat seperti bola, maka kita bisa menggunakannya untuk bermain Tembhung.

Menentukan peserta yang mulai terlebih dahulu yaitu dengan cara Hompimpa (se Padeh Kancanah) untuk menentukan anggota kelompok kita. Selanjutnya dilakukan swit siapa yang menang berarti kelompok tersebut main duluan.

Cara bermainnya juga sangat mudah dan gampang, bola Tembhung dilempar keatas dan dipukul pakai tangan sekeras mungkin dari garis start, setelah itu peserta yang memukul lari ke basecamp. Pemukul yang memilih basecamp (bengkoh kenik) harus pindah ke bengkoh rajeh pada saat bola dipukul oleh pemain berikutnya. Peserta yang sudah di basecamp (bengkoh rajeh) boleh balik (pulang) ke garis start.

Pemain yang jaga (“deddih” dalam bahasa Madura) menangkap bola secepat mungkin dan melemparkan pada peserta yang tidak pegang pada basecamp. Pemukul dapat memilih mana basecamp yang akan dipilih dengan catatan sekiranya aman dari lemparan bola Tembhung dari lawan (ajet). pemukul boleh dilempar Bola Tembhung jika tidak pegang/melepas basecamp (bengkoh kenik/bengkoh rajeh). jika ada salah satu anggota kelompok kena lempar bola Tembhung, maka kelompok tersebut jadi penjaga (ganti).

Sedikit berbeda pada permainan ini, jika tidak ada yang pulang dari bengkoh rajeh, maka terjadilah sebuah moment yang dinamakan (“JET AJET” dalam bahasa Madura). Jet ajet adalah suatu moment dimana peserta mau kembali ke rumahnya (start), satu pemain menjadi perwakilan kelompok untuk melewati garis musuh yang akan melemparnya dengan bola Tembhung. jika pemain kena maka disitulah giliran musuh yang akan bermain (rolling), tapi jika tidak kena maka permainan tetap dilanjutkan seperti sebelumnya. Pada moment jet ajet inilah permainan akan lebih seru karena menguji kesabaran dan konsentrasi pemukul (“Pengajet” dalam bahasa Madura) agar kena pada pemain.

Permainan tradisional ini dimainkan oleh 2 kelompok, setiap kelompok boleh terdiri dari beberapa peserta baik pria atau wanita.

Permainan tradisional ini mampu membuat anak-anak merasakan sangat gembira dan terhibur saat memainkannya, walaupun permainan ini cukup dibilang sangat menguras tenaga dan melelahkan karena harus berlari dan konsentrasi, tetapi semua itu tidak menjadi penghalang bagi anak-anak yang memainkannya.


Aplikasi Mobile

We have 123 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

Event Kita

Permainan