DENSUS 96 ( Dendang Nostalgia Suara Pamekasan)

 21:00:00  -  23:59:59 WIB

 DENSUS 96 ( Dendang Nostalgia Suara Pamekasan)

 Kamis, 21 Februari 2019

Berbagi salam di malam hari dengan suasana hangat khas madura, request lagu dangdut nostalgia sekaligus berbagi cerita di balik lagu kenangan tiap akhir pekan.

Pamekasan - Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Periode 2018-2021 akan dilantik oleh Pengurus PWI Jatim pada 6 Desember 2018 dengan mengusung tema Etika Pers dan Pemilu Damai. "Tema pelantikan nanti adalah 'Menguatkan Komitmen Etika Pers, Mengawal Pemilu Damai Berintegritas 2019," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Selasa (4/12).

Menurutnya, tema pelantikan kali ini, untuk mengingat kembali kepada para anggota dan pengurus PWI akan pentingnya memegang teguh kode etik profesi ini. Selain itu ia juga menyatakan, sebagai sebuah profesi, wartawan seharus memegang teguh nilai etik profesi tersebut sebagaimana telah tertuang dalam kode etik jurnalistik.

"Dan jika kita mengacu kepada prinsip-prinsip yang tertuang dalam kode etik jurnalistik itu, sebenarnya profesi wartawan ini adalah mulia. Wartawan mengemban tugas kenabian," katanya.

Pernyataan Ketua PWI Pamekasan dua periode ini didasarkan pada ketentuan Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik yang menyebutkan bahwa Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Tafsir pasal ini menyebutkan bahwa, independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara. Kemudian tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

"Jadi niat buruk saja itu tidak boleh, dan saya kira ini sangat Islami. Inilah yang sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa sebenarnya profesi wartawan adalah mulia," ujar Aziz.

Ia menambahkan, pelantikan pengurus PWI Pamekasan dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengingatkan kembali, akan pentingnya mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan.

Sebagai bentuk tanggung jawab warga negara yang baik, jurnalis juga perlu mendukung terselenggaranya pesta demokrasi tahun 2019 dengan damai, santun, berkualitas dan berintegritas.

"Caranya tentu harus dilakukan sesuai dengan kapasitas kita sebagai wartawan, yakni melalui pemberitaan yang mendidik, mencerahkan dan mencerdaskan, bukan saling memojokkan antara satu kelompok dengan kelompok lain," jelasnya.

Lebih lanjut pewarta Perum LKBN Antara ini mengingatkan dan menggugah para anggota dan pengurus PWI agar menjalankan profesinya secara bertanggung jawab, beretika, sesuai level kompetensi yang telah disandangnya.

"Semua anggota PWI Pamekasan yang berjumlah 24 orang ini kan sudah lulus uji kompetensi wartawan semua. Jika kode etik profesi jurnalis diabaikan, maka tidak menutup kemungkinan level kompetensinya dicabut. Ini penting karena wartawan ini ibarat pengarah dalam dinamika sosial, melalui informasi yang mereka buat dan dibaca publik," ungkapnya.


Aplikasi Mobile

We have 161 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

  • Kebersamaan bersama keluarga dan kerabat menjadi ikon yang sangat identik dengan hari raya idul fitri. Tidak hanya itu, makanan dan...

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Radio SPFM selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk para pendengarnya, acara radio Suara...

Permainan