NONSTOP MUSIC

 00:00:00  -  05:00:00 WIB

 NONSTOP MUSIC

 Rabu, 29 Januari 2020

NONSTOP MUSIC TEST - 96.6 FM SUARA PAMEKASAN - 100% Music Asyik

Pamekasan - Ratusan massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan petani tembakau mendatangi Mandhepa Agung Ronggosukawati, terkait anjloknya harga tembakau, Senin (09/09).

Selain itu kedatangan massa juga menuntut pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan yang mengatakan demi Terkait harga tembakau oleh aktivis dan petani hanyalah aksi yang dibayar.

Iklal orator aksi dihadapan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, mengatakan, kalau aksinya beberapa hari yang lalu tidak dibayar oleh siapapun.

Ia langsung menanyakan kepada peserta aksi, apakah demi sekarang dan hari ini dibayar, serentak peserta aksi menjawab tidak.

"Ini bukti bahwa aksi kami sekarang dan kemarin tidak ada yang dibayar, aksi kami murni hanya ingin petani sejahtera," Katanya.

Iklal juga menambahkan, mana janji politik Bupati yang ingin harga tembakau tidak akan ada yang dibeli murah sehingga dapat mensejahterakan petani.

"Bupati jangan mencari pencitraan saja yang bisanya hanya berselfi, mana janjinya yang ingin mensejahterakan petani dan tidak akan ada tembakau murah lagi, mana," Ungkapnya.

Sementara menanggapi aksi elemen masyarakat dan petani tembakau, Bupati Pamekasan mengatakan, bahwa demo itu merupakan hal yang biasa terjadi sebagai kontrol kinerja pemerintah.

"Demo itu kami Terima karena aksi itu sebagai alat kontrol masyarakat terhadap kinerja pemerintah, sehingga kinerja kita itu ada titik terang dimana lemahnya baru kita perbaiki bersama-sama," Kata Bupati.

Terkait pernyataannya yang mengatakan demo bayaran, Bupati menyampaikan kalau hal dirinya tidak mengarang, karena ia mempunyai bukti.

"Masalah pernyataan saya, itu tidak ngarang dan betul ada. Dan datanya lengkap," Jelasnya.

Bahkan dihadapan pendemo, Bupati membacakan terkait hal itu melalui Whatapp nya, cuma tidak menyebutkan siapa yang mengirimnya.

Sedang kan terkait masalah harga, ia menyampaikan jika pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar para petani tembakau itu lebih baik penghasilannya.

"Pemerintah dengan 9 pabrikan sudah melakukan komunikasi dan menyepakati harga minimal yakni Rp 42.600. Dan pabrikan tidak boleh membeli harga dibawah itu," Ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, jika pihaknya akan melakukan langkah-langkah terkait tembakau agar lebih berpihak kepada masyarakat atau petani. Bahkan kemungkinan siap duduk bersama untuk melakukan perubahan terhadap Perda tembakau.


Aplikasi Mobile

We have 174 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

  • Vie spfm - Kenikmatan dan keindahan alam disajikan dan dijaga dengan sangat indah dan sempurna sehingga mampu memikat setiap masyarakat...

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Untuk memperingari Hari Kartini pada  tanggal 21 april 2015 Radio spfm mengadakan suatu acara yang di...

Permainan

  • Widad smk Nata 2017 -Dakon adalah salah satu jenis permainan yang dapat dimainkan oleh anak laki-laki ataupun perempuan, bahkan permainan...