-   WIB

 

 Rabu, 17 Oktober 2018

Pamekasan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan selama 2 bulan kedepan. Kamis (04/10).

Hak itu dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus saat dikantornya dijalan Jokotole Pamekasan.

"Penetapan status tanggap darurat kekeringan semula dimulai tanggal 6 Agustus sampai 39 September 2018 dengan sasaran78 desa 310 dusun. Namun karena tidak menunjukkan pengurangan titik kemarau bahkan cenderung bertambah, tanggap darurat kekeringan diperpanjang hingga tanggal 1 Oktober sampai 30 Nopember 2018," katanya.

Perpanjangan tanggap darurat juga dilakukan karena prediksi BMKG menyebut bahwa puncak musim kemarau masih akan terjadi hingga bulan Nopember mendatang.

Menurut Firdaus, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Sebab warga yang mengalami kekeringan di daerahnya, setiap harinya hanya mengandalkan distribusi air bersih dari bantuan-bantuan pemerintah.

"Sementara kondisi di lapangan masih butuh bantuan air. Makanya pendistribusian air dalam rangka perpanjangan tanggap darurat itu akan dilakukan selama 2 bulan kedepan," ungkapnya.

Lebih lanjut Kalaksa BPBD itu mengatakan, jika masyarakat desa membutuhkan tambahan droping air, Pemkab Pamekasan memberikan peluang untuk tambahan dengan syarat harus mengajukan permohonan tambahan droping air bersih dengan melalui kepala desa setempat.


Aplikasi Mobile

We have 234 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Pada kesempatan ditahun 2015 radio Suara Pamekasan menggelar acara yang sangat beragam dari tahun ke...

Permainan