SEMADURA (semangat pagi madura)

 05:00:00  -  09:00:00 WIB

 SEMADURA (semangat pagi madura)

 Jumat, 14 Desember 2018

Semangat pagi madura adalah program yang mengemas berita seputar madura yang menampung semua aspirasi masyarakat tentang pelayanan publik yang akan langsung ditanggapi oleh pihak terkait.

Sumenep – Kesadaran masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Sumenep terus ditingkatkan. Di Kabupaten Sumenep, BPJS Kesehatan melaksanakan sosialisasi kepada para pekerja dari PT Tanjung Odi Sumenep, Kamis (06/12). Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pamekasan Gandung Sujatmiko, sosialisasi yang diselenggarakan di ruang pertemuan PT Tanjung Odi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pekerja mengenai ketentuan Program JKN-KIS.

Gandung menjelaskan, sesuai aturan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Kesehatan dengan persentase iuran 5 persen dari penghasilan, dimana 4 persennya ditanggung oleh pemberi kerja dan 1 persennya ditanggung oleh pekerja. Namun dari beberapa evaluasi yang telah dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, ada beberapa pekerja di suatu badan usaha tidak didaftarkan oleh pemberi kerjanya karena sudah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Secara ketentuan, pekerja itu didaftarkan oleh pemberi kerja. Itu artinya pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta PBI harus dialihkan status kepesertaannya sebagai Pekerja Penerima Upah," jelasnya.

Namun demikian, menurut Gandung ada beberapa pekerja yang justru tetap menginginkan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI agar ketika pekerja itu tidak lagi bekerja di perusahaan, mereka masih memiliki Jaminan Kesehatan.

“Ini yang terus kita edukasi, agar semua dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, baik oleh pemberi kerja maupun dari pekerja itu sendiri. Karena aturan itu sudah dibuat di tingkat pusat untuk dipatuhi agar hak-hak karyawan dapat terlindungi secara optimal. Jadi kami berpesan agar pekerja yang masih terdaftar sebagai peserta PBI, dapat segera dialihkan menjadi Pekerja Penerima Upah yang didaftarkan oleh pemberi kerja,” imbuhnya.

Di sisi lain, pekerja PT Tanjung Odi Hana bernama Budi mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan. Menurutnya sosialisasi tersebut penting dilakukan agar karyawan maupun pemberi kerja lebih aware dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Dirinya juga mengapresiasi adanya aplikasi Mobile JKN yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan.

"Aplikasi ini sangat bermanfaat, karena hanya dengan melalui telepon genggam kita dapat melakukan perpindahan fasilitas kesehatan dan mendapatkan kartu peserta digital. Jadi sangat memudahkan bagi peserta JKN-KIS yang waktunya terbatas," pungkasnya. (tw/ar)


Aplikasi Mobile

We have 286 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

Kuliner Madura

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Pada kesempatan ditahun 2015 radio Suara Pamekasan menggelar acara yang sangat beragam dari tahun ke...

Permainan