KAROPOK PASIR

 10:00:00  -  13:00:00 WIB

 KAROPOK PASIR

 Jumat, 19 April 2019

Variety show memberi semangat dengan canda khas madura yang segar dan ramah,  info artis dangdut, dan mambahas hot topic sambil berkirim salam, Request Lagu Dangdut, Pantunan atau  Syiir serta Karaoke dikahir segment

Akhir tahun 2018 ini, Wali band kembali memperkenalkan single terbarunya. Single berjudul “Matanyo” itu dirilis secara serentak di radio-radio seluruh Indonesia pada tanggal 11 Desember 2018. Pada momen yang sama, Wali juga memperkenalkan video klip lagu “Matanyo” lewat Official YouTube NAGASWARA. Single ini sendiri disebut para personil Wali sebagai sesuatu yang baru dari mereka karena musiknya dikonsep ke dalam jenis musik EDM (Electronic Dance Music).

“Jamannya sudah beda. Kita coba mengarah ke situ. Tapi sebenanrnya ini lebih kepada persekusif yang diganti digital,” ungkap Apoy, gitaris sekaligus otak di balik terciptanya lagu-lagu Wali.

Namun, jika kita simak, lagu “Matanyo” tidak benar-benar lepas dari kebiasaan musikalitas dan lirik-lirik Wali yang membumi atau sederhana. Judul “Matanyo” misalnya, sengaja diambil Wali dari diksi bahasa daerah Minang dari Sumatera Barat. Sementara hentakan permaian keyboard Ovie, seperti bisa, kental dengan citarasa musik Minang yang rancak/ dinamis. 

“Musik Wali itu dekat dengan kesukaan banyak orang. Kita pernah bikin dangdut koplo juga. Sekarang kita coba EDM karena warna musik ini lagi digemari,” terang Apoy.

Dalam setiap lagu Wali, selalu ada pesan kuat yang ingin disampaikan. Sama halnya dengan karya “Matanyo”. Menurut Apoy, lagu ini mengingatkan pendengar untuk bisa menjaga mata. Indera penglihatan itu menjadi kontak awal terhadap segala hal yang nantinya berkaitan dengan hati dan pikiran.

“Jadi, jaga mata. Jangan sembarang lihat ke mana-mana. Kalau mata sudah dijaga, biasanya hati ikut terjaga,” ujar Apoy.

 

 

Lewat karya “Matanyo”, Wali memang berupaya untuk tampil beda. Setidaknya hal tersebut juga dapat dilihat proses penggarapan video klip lagu tersebut. Jika sebelumnya konsep video klip terkesan serius dengan tema-tema religius, maka kali ini Wali menampilkan gambaran-gambaran kekinian. Salah satunya dengan menampilkan nuansa anak muda, yakni para pemain Skateboard.

Selain itu, penggarapan video klip lagu “Matanyo” juga melibatkan peran serta para personil Wali sebagai asisten sutradara. Pengalaman yang panjang dalam pembuataan video klip musik mereka, kiranya menjadi dasar kepercayaan personil band Wali untuk terjun menyutradarai video klip “Matanyo”.

“Ini juga jadi hal membedakan lagu dan video klip kali ini dari yang sudah-sudah. Ada hal-hal yang berbau anak muda banget dan sisi glamournya. Ini di luar kebiasaan Wali. Orang bisa bertanya-tanya, apa ini Wali? Tapi, nanti di akhir klip akan ketahuan ini Wali banget,” tambah Tomi, drummer Wali.

Wali adalah salah satu band besar di tanah air. Band yang beranggotakan Apoy (gitar), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovie (keyboard) berdiri tahun 1999. Nama mereka baru dikenal luas setelah bergabung dengan NAGASWARA dan merilis album “Orang Bilang” tahun 2008. Lagu-lagu mereka disukai karena sederhana dan memiliki pesan positif. Penggemar mereka tersebar luas hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei, Hong Kong dan Taiwan. (PR)


Aplikasi Mobile

We have 164 guests and no members online

Facebook

Wisata Madura

  • Madura adalah sebuah pulau yang sudah tidak asing lagi ditelinga karena orang madura mayoritas menjadi perantau. Akan tetapi Pulau Madura...

Kuliner Madura

  • Nurul SMK Tlanakan 2017 - Wisata kuliner di jawa timur khususnya Madura sangatlah beranekaragam dan daerah pasti mempunyai makanan khas...

Event Kita

  • Meryam Jameela Sosiologi Unesa 2017 -Lomba tartil merupakan lomba membaca al-qur’an  secara tadarrus dengan menggunakan qira’at Imam...

Permainan